Bio-Reaktor merupakan wadah/bejana (dapat terbuat dari kaca atau baja) tempat terjadinya suatu interaksi bagian mahluk hidup (tanaman) dengan lingkungan (medium cair, udara dll), di mana interaksi tersebut kondisikan pada lingkungan yang terkendali (steril) dan bersifat aerob dengan tujuan mendapatkan propagul dalam jumlah besar.
TIPE BIOREAKTOR YANG SERING DIGUNAKAN
a. Balloon Type Bubble Bioreactor (BTBB)
- Sistem kerja BTBB
Sistem Airlift merupakan dasar sistem kerja dari Balloon Type Bubble Bioreacto (BTBB). Airlift merupakan sistem dimana udara sebagai faktor utama penggerak non mekanik yang berfungsi sebagai penyuplai oksigen (aerasi), pengadukan (agitasi), dan sirkulasi. - Desain konstruksi BTBB
Sistem Airlift dalam BTBB dijalankan melalui desain yang sederhana menggunakan wadah berbahan kaca, berbentuk balon dengan tabung berukuran lebih kecil terletak konsentris ditengah konstruksi balon. Wadah berbentuk balon memungkinkan sirkulasi dan agitasi udara menjangkau keseluruh bagian medium, sehingga penyerapan medium dan udara terjadi maksimal dengan sedikit resiko kerusakan sel atau jaringan akibat rendah gesekan selama pengadukan dalam medium. Tabung konsentris dibagian bawah balon merupakan saluran yang dibuat untuk jalur difusi udara yang dipecah oleh sparger keramik menjadi gelembung, dan menghindari terbentuknya busa dipermukaan medium. Berbahan kaca borosilikat yang transparan membantu memaksimalkan penetrasi cahaya pada eksplan. - Kelebihan dan kekurangan BTBB
Kelebihan :
– Meningkatkan dispersi dan pencampuran, Daya potong/gesek rendah, Aerasi medium optimal, dan Dapat digunakan untuk berbagai kultur tanaman
Kekurangan :
– Menimbulkan busa Rentan terjadi hiperhidrisitas
b. Temporary Immersion System Bioreactor (TIS-B)
- Sistem kerja TIB
Sistem perendaman sementara (temporary immersion system) merupakan dasar sistem kerja dari Temporary Immersion Bioreactor (TIB). Sistem ini bekerja dengan cara mengatur posisi medium untuk merendam (suplai nutrisi) eksplan dan posisi stand by (kembali ke reservoir), sehingga nutrisi diserap tanaman secara berkala. Sistem kerja Temporary immersion dengan bantuan tekanan udara dan grafitasi. - Desain konstruksi TIB
Desain kompak TIB terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu: medium vessel, culture vessel, dan vessel cap. Konstruksi sederhana dengan sillicone o-ring untuk menghindari kebocoran udara dan medium diperkuat dengan penggunaan klem stainless sederhana agar mudah dirakit. Desain kompak TIB meminimalkan penggunaan banyak vessel (wadah) dalam rangkaian bioreaktor. Berbahan kaca borosilikat yang transparan membantu memaksimalkan penetrasi cahaya pada eksplan. Aliran udara yang masuk melalui port medium vessel akan memberikan tekanan terhadap medium, sehingga medium dapat bergerak menuju ke posisi culture vessel. Dan ketika aliran udara berhenti, medium kembali ke posisi medium vessel menggunakan gaya grafitasi. Pengadukan (agitasi) medium dan eksplan terjadi saat terdapat aliran udara sehingga suplai oksigen, sirkulasi udara dan penyerapan nutrisi berjalan maksimal. - Kelebihan dan kekurangan TIS-B
Kelebihan :
– Terhindar dari perendaman eksplan dalam media cair Hyperhidrisitas berkurang dan tanaman tampil lebih baik selama masa aklimatisasi
Kekurangan :
– Tidak dapat digunakan untuk kultur suspensi sel
ALUR KERJA PROPAGASI TANAMAN DALAM KULTUR JARINGAN TANAMAN MENGGUNAKAN BIOREAKTOR

PERBANDINGAN EFISIENSI PROPAGASI TANAMAN MENGGUNAKAN BIOREAKTOR
HARGA BIOREAKTOR
Untuk harga Bioreaktor dapat diunduh ditautan beikut: Biorekator Kultur Jaringan SNPlants 2020 – 085330228855
Informasi :
SNPlants – MSB
Jl. Sakura no. 16, Gg. Suropati IX, Pesanggrahan, Kota Batu – Jawa Timur
Whatsapp / Sms / Phone : 0853 3022 8855
Email : snplants@gmail.com
Direct Contact : linktr.ee/snplants
Map :
https://goo.gl/maps/wnsRtjaCcnw


